Satai, atau orang umum lebih sering menyebutnya dengan sate merupakan makanan dari potongan daging (biasanya daging ayam, kambing, domba, sapi, kelinci, kuda, dan lain-lain.) yang di potong kecil-kecil kemudian ditusuk sedemikian rupa dengan tusukan lidi dari tulang daun kelapa atau bambu kemudian dipanggang menggunakan bara arang kayu. Makanan ini bisa disajikan dengan berbagai macam variasi bumbu sesuai selera atau variasi resep bumbu.
Sate adalah hidangan yang sangat populer di Indonesia, walaupun sate diketahui berasal dari Jawa, namun makanan ini dan dapat ditemukan di mana saja di Indonesia dan telah dianggap sebagai salah satu masakan nasional.

Dari wikipedia, Kata "sate" atau "satai" diduga berasal dari bahasa Tamil. Diduga sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke-19, berdasarkan fakta bahwa sate mulai populer sekitar awal abad ke-19 bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil dan Gujarat dari India ke Indonesia. Hal ini pula yang menjadi alasan populernya penggunaan daging kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan Arab. Dalam tradisi Muslim Indonesia, hari raya Idul Adha atau hari raya kurban adalah peristiwa istimewa. Pada hari raya kurban ini daging kurban berlimpah dan dibagikan kepada kaum dhuafa dan miskin. Kebanyakan merayakannya dengan bersama-sama memanggang sate daging kambing, domba, atau sapi.
Nah, saat hari raya Idul Adha ini salah satu daging yang akan berlimpah adalah daging kambing. Walaupun tidak sedikit orang yang tidak menyukai karakter dari daging kambing ini, kita semua tahu jika daging kambing ini super lezat untuk diolah menjadi berbagai masakan yang menggugah selerasalah satunya adalah dimasak menjadi sate.
Mungkin pembaca juga salah satu penyuka sate kambing, dan sering juga membuat sate ini. Namun sayangnya banyak yang gagal karena dagingnya jadi sangat alot dan jadi tak nikmat saat disantap. Pernah mengalaminya??
Tidak perlu khawatir, kali ini kami akan mencoba hadirkan beberapa tips agar sate kambing jadi empuk dan tidak alot. Prosesnya dimulai saat daging belum dibakar. Jadi sebelum daging dibakar ada cara-cara mudah yang dapat kita coba agar nanti hasil akhirnya sate jadi empuk.
1. Gunakan Tepung Kanji
Tips pertama yang bisa dicoba adalah menggunakan tepung kanji. Jadi setelah daging kambing ditusuk-tusuk, lumuri dengan tepung kanji. Biarkan beberapa waktu setelah itu hilangkan tepungnya. Baru olah kambing dengan bumbu sate lalu dibakar.
2. Daun Pepaya
Kita bisa memanfaatkan daun pepaya untuk membuat daging sate menjadi empuk dan tidak alot. Caranya. sebelum dipotong-potong bungkus daging dengan daun pepaya selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu cuci bersih dan olah jadi sate.
3. Air kelapa
Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari pohon kelapa. Salah satunya adalah air kelapa untuk mengempukkan daging. Selain empuk, daging juga akan bebas bau prengus. Cukup rendam daging di air kelapa selama 15-30 menit daging akan menjadi empuk.
4. Buah Nanas
Buah nanas juga bermanfaat untuk mengempukkan daging kambing. Kupas buah ini dan parut halus. Setelah itu balurkan pada daging kambing sebentar saja. Ingat! Jangan terlalu lama melakukan perendaman karena jika terlalu lama daging justru akan hancur.
5. Menggunakan Kulit Pisang
Tips yang satu ini mungkin tidak banyak yang mengtahui. Kulit pisang yang selama ini selalu dibuang, boleh juga sekali-sekali coba digunakan untuk mengempukan daging. Dicuci bersih kulit pisang dan dipanggang bersamaan dengan daging. Cara ini ternyata bisa membuat daging empuk tanpa mengubah rasa asli dari daging. Referensi detail mengenai penggunaan kulit pisang bisa di searching di mesin pencari.
Dari kelima tips diatas, satu tips penting juga yang harus kita perhatikan saat membakar daging ini jangan sampai daging kambing terkena api langsung, ini akan membuatnya menjadi keras. Cukup lakukan pemanggangan sampai daging berubah warna saja.
Semoga bermanfaat...